Jumat, 30 Maret 2018

contoh penerapan yang ada pada tahapan KDD

DATA MINING
  Data Mining adalah kegiatan untuk menemukan informasi atau pengetahuan yang berguna secara otomatis dari data yang jumlahnya besar.  
Data Mining merupakan salah satu proses dari keseluruhan proses yang ada pada Knowledge Discovery in Databases (KDD). 

KDD 
Knowledge Discovery in Databases (KDD) merupakan sekumpulan proses untuk menemukan pengetahuan yang bermanfaat dari data.
Kumpulan proses dalam KDD meliputi : pembersihan data (data cleaning), integrasi data (data integration), pemilihan data (data selection), transformasi data (data transformation), penambangan data (data mining), evaluasi pola (pattern evaluation), dan presentasi pengetahuan (knowledge presentation).
Berdasarkan definisi ini terlihat bahwa data mining hanya merupakan salah satu proses dari keseluruhan proses yang ada pada KDD, tetapi merupakan proses yang sangat penting dalam menemukan pola-pola yang berguna dari sejumlah data yang besar (data tersebut bisa disimpan dalam basisdata, Data Warehouse, atau media penyimpanan informasi lainnya).

TAHAPAN KNOWLEDGE DISCOVERY IN DATABASE

Menurut Peter Cabena,  Tahapan – tahapan dalam KDD adalah sebagai berikut :
  • Penentuan Sasaran Bisnis (Business Objective Determination)
  • Persiapan Data (Preparation Data)
Data Selection
Data Preprocessing
Data Transformation
  •   Data Mining
  •   Anaysis of Result
  •   Assimilation of Knowledge
 Business Objective Determination  
 
Merupakan sebuah tahapan yang mendefinisikan permasalahan atau tantangan bisnis dengan jelas. Hal ini merupakan aspek yang sangat esensial dalam setiap proyek data mining.
  Contoh Sasaran Bisnis :
Mengembangkan suatu strategi marketing untuk mempertahankan loyalitas customer di Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk produk soft drink dengan brand dan ukuran tertentu (200ml dalam kotak alumunium) selama bulan April, Mei , Juni yang akan datang. Perusahaan akan menggunakan kombinasi dari berbagai strategi marketing (mixed marketing), yang salah satunya adalah direct mail campaign kepada customer yang tampaknya "mudah rusak" loyalitasnya.
 
  Sehingga dampak keseluruhan KDD adalah :
  Data Selection: dipilih customers yang membeli produk soft drink 200 ml dalam kotak alumunium di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
  Data Transformation: customers yang membeli produk soft drink 200 ml dalam kotak alumunium disorting dalam 10 kategori, yang masing-masing membedakan tingkat loyalitasnya: membeli produk tersebut 0-10%, 11-20%, ..... , 81-90%, 91-100% sepanjang waktu pembeliannya. Selanjutnya data inilah yang akan dibawa ke tahap data mining.

Persiapan Data (Preparation Data) 

Merupakan tahapan untuk mempersiapkan data yang diperlukan untuk proses data mining. Tujuannya adalah agar data yang digunakan benar-benar sesuai dengan permasalahan yang akan dipecahkan, dapat dijamin kebenarannya, dan dalam format yang sesuai/tepat.Tahap yang paling banyak mengkonsumsi resources (manusia, biaya, waktu) yang tersedia. Biasanya mencapai 60% keseluruhan proyek KDD.
Data Selection
Mengidentifikasi semua sumber informasi internal dan eksternal dan memilih sebagian saja dari data yang diperlukan untuk aplikasi data mining.
Data Preprocessing  
Meyakinkan kualitas data yang telah dipilih pada tahapan sebelumnya. 2 issue yang sering dihadapkan pada tahapan ini adalah Noisy Data dan Missing Value.
Data Transformation  
Mengubah data ke dalam model analitis serta memodelkan data agar sesuai dengan analisa yang diharapkan dan format data yang diperlukan oleh algoritma data mining.
 
 Data Mining 
 
Melakukan proses pencarian pengetahuan terhadap data yang ditransformasikan pada tahap sebelumnya.
Contoh Pengetahuan berbentuk Association Rule untuk kasus "Soft Drink“:   IF soft drink sejenis dengan ukuran yang lebih besar (bukan botol kecil) dibeli  lebih dari 58% dalam sejarah pembelian soft drink seorang consumer   THEN consumer tersebut diprediksi Loyal.  Pemilihan tugas data mining : pemilihan goal dari proses KDD misalnya klasifikasi, regresi, clustering, dll.  Proses Data mining yaitu proses mencari pola atau informasi menarik dalam data terpilih dengan menggunakan teknik atau metode tertentu. Teknik, metode, atau algoritma dalam data mining sangat bervariasi. Pemilihan metode atau algoritma yang tepat sangat bergantung pada tujuan dan proses KDD secara keseluruhan.

       Anaysis of Result

Menginterpretasikan dan mengevaluasi output dari tahap mining: patterns.   Pendekatan analisa yang digunakan akan bervariasi menurut operasi data mining yang digunakan, tetapi biasanya akan melibatkan teknik visualisasi.

       Assimilation of Knowledge

Menggunakan hasil mining yang telah dievaluasi ke dalam perilaku organisasi dan sistem informasi perusahaan.

DATA MINING dan PROSES KDD
 
Pembersihan data (Data Cleaning)
 Digunakan untuk membuang data yang tidak konsisten dan noise.
Intergrasi Data (Data Integration)  
Data yang diperlukan untuk data mining tidak hanya berasal dari satu database tetapi juga berasal dari beberapa database atau file teks. Hasil integrasi data sering diwujudkan dalam sebuah data warehouse karena dengan data warehouse, data dikonsolidasikan dengan struktur khusus yang efisien. Selain itu data warehouse juga memungkinkan tipe analisa seperti OLAP.
Transformasi data  
Transformasi dan pemilihan data ini untuk menentukan kualitas dari hasil data mining, sehingga data diubah menjadi bentuk sesuai untuk di-Mining. 
Aplikasi Teknik Data Mining  
Aplikasi teknik data mining sendiri hanya merupakan salah satu bagian dari proses data mining. Ada beberapa teknik data mining yang sudah umum dipakai.
Evaluasi pola yang ditemukan
Dalam tahap ini hasil dari teknik data mining berupa pola-pola yang khas maupun model prediksi dievaluasi untuk menilai apakah hipotesa yang ada memang tercapai.
Presentasi Pengetahuan
Presentasi pola yang ditemukan untuk menghasilkan aksi tahap terakhir dari proses data mining adalah bagaimana memformulasikan keputusan atau aksi dari hasil analisa yang didapat.
  
 sumber :
http://mfile.narotama.ac.id/files/Tubagus%20Purworusmiadi/Kumpulan%20File%20PDF/dmkdd02-2up-bw.pdf

Senin, 19 Maret 2018

Manajemen Layanan Sistem Informasi


Bismillahirrahmanirrahimm...
Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
            Puji dan syukur kita panjatkan atas khadirat Allah SWT. Atas segala rahmat, hidayah, dan karunia-Nya.
Dalam penyusunan materi kali ini, saya akan membahas tentang Manajemen Layanan System Informasi, di blog  inipun akan membahas pengertian Manajemen Layanan Sistem Informasi, Metode yang digunakan Manajemen Layanan Sistem Informasi dan Kerangka Kerja (Framework) Manajemen Layanan Sistem Informasi. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan. JJJJ

Manajemen Layanan Sistem Informasi
Manajemen Layanan SIstem Informasi adalah manajemen melakukan atau melaksanakan pelayanan dalam suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Manajemen Layanan SIstem Informasi juga dapat diartikan sebagai suatu metode pengelolaan sistem teknologi informasi (TI) yang secara filosofis terpusat pada perspektif konsumen layanan TI terhadap bisnis perusahaan. Manajemen Layanan Sistem Informasi merupakan kebalikan dari pendekatan manajemen TI dan interaksi bisnis yang terpusat pada teknologi. Istilah Manajemen Layanan Sistem Informasi tidak berasal dari suatu organisasi, pengarang, atau pemasok tertentu dan awal penggunaan frasa ini pun tidak jelas kapan dimulainya.
Manajemen Layanan TI atau manajemen layanan dukungan TI / IT service management or IT service support management( ITSM atau ITSSM) mengacu pada pelaksanaan dan pengelolaan kualitas layanan TI yang memenuhi kebutuhan bisnis. Layanan manajemen TI dilakukan oleh penyedia layanan TI melalui kombinasi yang tepat dari teknologi, manusia, proses dan informasi.
Penyedia layanan TI tidak bisa lagi hanya berfokus pada teknologi dan organisasi internal mereka. Mereka sekarang harus mempertimbangkan kualitas layanan yang mereka berikan dan fokus pada hubungan dengan pelanggan.
Tidak ada satu penulis, organisasi, atau vendor yang dapat mengartikan  istilah “manajemen layanan TI” dan asal-usul kalimat ini tidak jelas.

ITSM adalah proses-terfokus dan dalam pengertian ini memiliki hubungan dan kepentingan bersama dengan gerakan perbaikan proses (misalnya, TQM, Six Sigma, manajemen bisnis proses, CMMI) kerangka kerja dan metodologi dalam sebuah organisasi. Disiplin tidak memperhatikan tentang bagaimana menggunakan produk vendor tertentu, atau rincian teknis dari sistem di bawah manajemen. Sebaliknya, ITSM berfokus pada pemberian kerangka kerja untuk struktur TI yang terkait kegiatan dan interaksi tenaga teknis TI dengan penggunanya.
ITSM umumnya berkaitan dengan “back office” atau masalah operasional manajemen teknologi informasi (kadang-kadang dikenal sebagai arsitektur operasi), dan tidak berurusan dengan perkembangan teknologi. Sebagai contoh, proses menulis perangkat lunak komputer untuk dijual, atau merancang sebuah mikroprosesor tidak akan menjadi fokus disiplin, namun yang menjadi perhatiannya adalah sistem komputer yang digunakan oleh pemasaran dan staf pengembangan bisnis di perusahaan baik berupa perangkat lunak dan atau perangkat kerasnya. Banyak perusahaan non-teknologi, seperti di industri keuangan, ritel, dan perjalanan, memiliki sistem teknologi informasi yang signifikan yang tidak mengenai kebutuhan pelanggannya.
Dalam hal ini, ITSM dapat dianggap atau dianalogikan sebagai perencanaan sumber daya perusahaan/Enterprise Resource Planning(ERP) untuk IT – meskipun akar sejarah dalam operasi TI membatasi penerapannya di seluruh kegiatan besar TI lainnya, seperti IT manajemen portofolio dan rekayasa perangkat lunak

Metode yang digunakan Manajemen Layanan Sistem Informasi
1.            Total Quality Management (TQM)

TQM adalah strategi manajemen yang ditunjukan untuk menanamkan kesadaran kualitas pada semua proses dalam organisasi.
2.       Six Sigma

Six Sigma adalah suatu alat manajemen baru yang digunakan untuk mengganti Total Quality Management (TQM), sangat terfokus terhadap pengendalian kualitas dengan mendalami sistem produksi perusahaan secara keseluruhan. Memiliki tujuan untuk, menghilangkan cacat produksi, memangkas waktu pembuatan produk, dan menghilangkan biaya.
3.       Business Process Management (BPM)

BPM adalah suatu metode penyelarasan secara efisien suatu organisasi dengan keinginan dan kebutuhan organisasi tersebut. BPM merupakan suatu pendekatan manajemen holistic untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi bisnis seiring upaya untuk mencapai inovasi, fleksibilitas dan integrasi dengan teknologi.
4.        Capability Maturity Model Integration (CMMI)

CMMI adalah suatu pendekatan perbaikan proses yang memberikan unsure-unsur penting proses efektif bagi organisasi. Praktik-praktik terbaik CMMI dipublikasikan dalam dokumen-dokumen yang disebut model, yang masing-masing ditunjukan untuk berbagai bidang yang berbeda.

Kerangka Kerja (Framework) Manajemen Layanan Sistem Informasi
1.        Information Technology Infrastructure Library (ITIL)
ITIL atau Information Technology Infrastructure Library adalah suatu rangkaian dengan konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi (TI). ITIL diterbitkan dalam suatu rangkaian buku yang masing-masing membahas suatu topik pengelolaan (TI). Nama ITIL dan IT Infrastructure Library merupakan merek dagang terdaftar dari Office of Government Commerce (OGC) Britania Raya.





2.        Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT)
COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology) merupakan audit sistem informasi dan dasar pengendalian yang dibuat oleh Information Systems Audit and Control Association (ISACA) dan IT Governance Institute (ITGI) pada tahun 1992.
3.        Software Maintenance Maturity Model
4.        PRM-IT  IBM’s Process Reference Model for IT
5.        Application Services Library (ASL)
Aplikasi Layanan Perpustakaan (ASL) adalah kerangka kerja domain publik dari praktik terbaik yang digunakan untuk standarisasi proses dalam Aplikasi Manajemen, disiplin memproduksi dan memelihara sistem informasi dan aplikasi. Istilah “perpustakaan” digunakan karena ASL disajikan sebagai satu set buku yang menggambarkan praktek-praktek terbaik dari industri TI. Hal ini dijelaskan dalam beberapa buku dan artikel (banyak dari mereka hanya tersedia dalam bahasa Belanda) dan di situs resmi ASL BiSL Foundation.
6.        Business Information Services Library (BISL)
BiSL adalah standar domain publik sejak tahun 2005, diatur oleh Lembaga ASL BiSL (sebelumnya Lembaga ASL). Kerangka kerja ini menggambarkan standar untuk proses dalam manajemen informasi bisnis di strategi, manajemen dan operasi tingkat. [1] BiSL berkaitan erat dengan ITIL dan ASL kerangka, namun perbedaan utama antara kerangka kerja ini adalah bahwa ITIL dan ASL fokus pada pasokan sisi informasi (tujuan organisasi TI), sedangkan BiSL berfokus pada sisi permintaan (yang timbul dari organisasi pengguna akhir)
7.        Microsoft Operations Framework (MOF)




Microsoft Operations Framework (MOF) 4.0 adalah serangkaian panduan yang bertujuan membantu teknologi informasi (TI) profesional menetapkan dan menerapkan layanan yang handal dan hemat biaya.
8.        eSourcing Capability Model  for Service Providers (Escm-sp) dan eSourcing Capability Model for Client Organizations (eSCM-CL) dari ITSqc for Sourcing Management
eSourcing Capability Model  for Service Providers (eSCM-SP) adalah suatu kerangka kerja yang dikembangkan oleh ITSqc di Carnegie Mellon University. eSCM-SP adalah “praktek terbaik” model kemampuan dengan tiga tujuan :
·        Untuk memberikan penyedia layanan bimbingan yang akan membantu mereka meningkatkan kemampuan mereka di seluruh sourcing siklus hidup
·        Untuk menyediakan klien dengan cara yang obyektif mengevaluasi kemampuan penyedia layanan
·      Untuk menawarkan penyedia layanan standar untuk digunakan saat membedakan diri dari pesaing.

SUMBER :
http://choiimam.blogspot.co.id/2016/03/manajemen-layanan-sistem-informasi_27.html