Kamis, 03 Januari 2019

tugas Inovasi SI 1.3

1.3 Ciri-ciri Informasi Teknologi SI & Perkembangannya saat ini 


Sosial Media
Sosial media sekarang ini penuh inovasi setiap tahunnya. Mulai dari facebook, twitter, snapchat, instagram, dan lain-lain. Ada yang berbasiskan video, gambar, bahkan tag lokasi. Dari awalnya hanya update status, ganti profile picture. Seakarang semua bisa di update melalui sosial media. Hal hal yang tidak kita mau lewati bisa kita post ke sosial media
         Teknologi Gaming
Untuk terciptanya alat gaming yang stabil dan efektif terhadap si pengguna. Teknologi gaming semaking berkembang. Contohnya Playstation Eye yang mendeteksi gerakan pemain, sama halnya seperti kinect. Lalu ada juga motion gesture, seperti Nintendo Wii, dan yang terakhir teknologi gaming yang terbaru itu ada virtual reality. Virtual reality diharapkan kedepannya bisa membawa pemain merasakan masuk kedalam game.
         Robot
Perkembangan teknologi robot sudah sangat berkembang sekarang ini. Ditemukan oleh ilmuwan islam di timur tengah pada abad ke 11 oleh Al jazari. Pada saat itu robot sangat sederhana. Seperti halnya alat main musik. Sekarang robot sudah berkembang. Contohnya robot dari negeri sakura jepang, Asimo merupakan robot humanoid yang dibuat oleh honda. Asimo bisa mendeteksi gerakan, mengenal suara, dan lain lain. Hal tersebut adalah bukti dari hasil inovasi inovasi sistem informasi & teknologi modern.


Sumber:


  • https://id.wikipedia.org/wiki/Reka_baru
  • https://www.google.com/search?q=Inovasi+SI+dan+TI+moder&ie=utf-8&oe=utf-8&client=firefox-b 
  • google image
  • http://setia.staff.gunadarma.ac.id/Downloads 
  • http://www.dosenpendidikan.net/2016/02/pengertian-inovasi-discovery-dan-invention-beserta-contohnya-dalam-perubahan-sosial.html?m=1.
  • https://arniladwilestari.wordpress.com/2010/10/03/teknologi-informasi-modern-memberikan-kontribusi-pada-makin-singkat-batas-waktu-transaksi-bisnis-beserta-contohnya/
  • http://pengertianahli.id/2013/12/pengertian-inovasi-apa-itu-inovasi-2.html

tugas inovasi SI 1.2

1.2 Teknologi Informasi Modern dan Contohnya
            
Teknologi informasi sekarang ini berkembang dengan sangat pesat. Pemanfaatan teknologi informasi ini sekarang sudah mencapai berbagai macam bidang kehidupan masyarakat. . Kemajuan teknologi informasi yang demikian pesat membuat bola dunia terasa makin kecil dan ruang seakan menjadi tak berjarak lagi.
Tujuan utama perkembangan teknologi informasi adalah perubahan kehidupan masa depan manusia yang lebih baik, mudah, murah, cepat dan aman. Kemajuan teknologi informasi telah melahirkan banyak perubahan mendasar dalam kehidupan manusia saat ini, memberikan banyak kemudahan dan membantu pekerjaan manusia. Mulai dari wahana teknologi informasi yang paling sederhana berupa perangkat radio dan televisi, hingga internet dan telepon genggam dengan protocol aplikasi tanpa kabel (WAP) serta masih banyak lagi.
Semua tahap operasi bisnis sekarang ini dilaksanakan secara lebih cepat daripada sebelumnya. Dengan adanya teknologi informasi modern, batas waktu untuk transaksi bisnis menjadi semakin singkat. Contoh yang nyata dalam kehidupan kita ini adalah para wiraniaga yang melakukan pemasaran melalui telepon (telemarketing), untuk menghubungi para pelanggan mereka dalam beberapa detik. Kemudian perintah penjualan dikirim secara elektronik dari satu komputer ke komputer yang lainnya dan pabrik membuat jadwal pengiriman material agar tiba tepat pada waktunya.
Peluang usaha yang bagus dapat didapatkan dari kemampuan kita menciptakan network. Menciptakan network saat ini jauh lebih mudah dari pada 10 tahun yang lalu, teknologi INTERNET mampu membantu mempercepat proses networking. Mencari relasi, mencari customer, membangun bisnis, internet mutlak diperlukan untuk kondisi saat ini. Maka dengan cara ini merupakan salah satu cara untuk mempersingkat batas waktu transaksi bisnis alangkah lebih bagusnya jika kita dapat memanfaatkan ITM (Information Technology Moderen) sakarang.
Beberapa hal yang menyebabkan jaringan dan teknologi internet populer adalah :
1. Cakupan yang luas (menjangkau seluruh dunia)
2. Implementasi relative lebih murah dibandingkan dengan menggunakan jaringan atau fasilitas lainnya.
3. Teknologi internet yang terbuka (open standard) sehingga tidak tergantung kepada satu vendor terentu.
4. Penggunaan web browser mempercepat pengemabangan dan peluncuran (deployment) aplikasi serta mengurangi learning curve dari pengguna. Modal utama dari seorang pemakai adalah kemampuan menggnakan web browser.
5. Teknologi internet juga memungkinkan konvergensi berbagai aplikasi menjadi satu. Sebagai contoh, saat in telah dimngkinkan untuk mengirimkan data, suara, dan bahkan gambar melalui satu media internet. Hal ini sering disebut dengan istilah konvergensi. Implikasinya adalah perusahaan dapat menghemat biaya dan dapat mengintegrasikan kesemua layanan dalam satu media.
Dalam dunia perbankan di Indonesia pengaplikasikan teknologi informasi telah lama dilakukan yaitu sejak era komputerisasi dan telekomunikasi. Teknologi informasi merupakan hal yang vital bagi dunia perbankan, dan dimanfaatkan seluas-luasnya untuk mendukung transaksi keuangan dan memperluas jaringan serta memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan kepada nasabahnya. Segala jenis layanan perbankan bisa dilakukan sendiri seperti cek saldo, melihat daftar mutasi, pemindah bukuan (transfer rekening), melakukan pembayaran kartu kredit, tagihan telepon dan Hp, listrik, PAM, dan sebagainya kecuali yang langsung melibatkan uang tunai seperti penyetoran dan penarikan.
Beberapa contoh teknologi informasi modern yang dapat mempersingkat waktu transaksi bisnis adalah :
1. Bisnis Online (e-commerce)
Merupakan penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya.
E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
2. Internet Marketing Basic
Mencakup semua hal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis online, termasuk juga panduan affiliate marketing bagi pemula.
3. PPC (Pay Per Click)
Merupakan sebuah program periklanan yang ada di internet dimana seorang pengiklan di haruskan membayar setiap iklannya diklik.
Besarnya biaya tergantung pemasang iklan berapa besar biaya yang harus dikeluarkan setiap kali iklannya diklik pengunjung, semakin besar biaya perklik yang di keluarkan, semakin besar prioritas iklannya ditayangkan. Keuntungannya adalah iklan kita akan tersebar ke berbagai jaringan penyedia layanan (publiser), sehingga bisa dipastikan iklan kita akan mudah dikenal banyak orang.
4. Blog
Merupakan suatu wadah untuk mengapresiasikan suatu inovasi dan motivasi dalam setiap pribadi, dan dapat bertujuan untuk bisnis yaitu dengan menjual barang maupun jasa kepada pembaca.
5. ATM
Merupakan sebuah alat elektronik yang mengijinkan nasabah bank untuk mengambil uang dan mengecek rekening tabungan mereka tanpa perlu dilayani oleh seorang “teller” manusia, dengan demikian ATM dapat mempersingkat waktu transaksi bisnis.



Sumber:


  • https://id.wikipedia.org/wiki/Reka_baru
  • https://www.google.com/search?q=Inovasi+SI+dan+TI+moder&ie=utf-8&oe=utf-8&client=firefox-b 
  • google image
  • http://setia.staff.gunadarma.ac.id/Downloads 
  • http://www.dosenpendidikan.net/2016/02/pengertian-inovasi-discovery-dan-invention-beserta-contohnya-dalam-perubahan-sosial.html?m=1.
  • https://arniladwilestari.wordpress.com/2010/10/03/teknologi-informasi-modern-memberikan-kontribusi-pada-makin-singkat-batas-waktu-transaksi-bisnis-beserta-contohnya/
  • http://pengertianahli.id/2013/12/pengertian-inovasi-apa-itu-inovasi-2.html

tugas 3 Audit Teknologi Sistem Informasi

Tugas Ke-3 Penjelasan semua point-point dati control objectives and controls (Tabel A1)
Dalam Tabel A1 diawali dengan A.5, berikut merupakan point-point yang terkandung dari tabel A1 :
A.5 Security Policy
Dalam A.5 ini membahas mengenai bagaimana cara memberikan arah manajemen dan dukungan untuk keamanan informasi sesuai dengan kebutuhan bisnis dan hukum yang relevan dan peraturan. Kontrol dokumen kebijakan keamanan informasi harus disetujui oleh manajemen, dan diterbitkan dan dikomunikasikan kepada seluruh karyawan dan pihak eksternal yang relevan. Review informasi kebijakan keamanan kontrol kebijakan keamanan informasi akan ditinjau pada interval yang direncanakan atau jika perubahan signifikan terjadi untuk memastikan kesesuaian yang berkelanjutan, kecukupan, dan efektivitas.
A.6 Organiation of information security
A.6.1 Tujuan: untuk mengelola keamanan informasi dalam organisasi. Dalam A.6.1 memilik 8 poin yaitu :
1.  Komitmen manajemen keamanan informasi kontrol manajemen harus secara aktif    mendukung keamanan dalam organisasi melalui jelas arah.
2.  Informasi keamanan co-pentahbisan kontrol informasi kegiatan keamanan harus  dikoordinasikan oleh wakil-wakil dari berbagai organisasi dengan relevan peran dan fungsi pekerjaan.
3.  Informasi keamanan tanggung jawab semua kontrol tanggung-jawab keamanan informasi harus didefinisikan dengan jelas.
4.  Otorisasi memproses untuk fasilitas pengolahan informasi kontrol proses manajemen otorisasi untuk pengolahan informasi baru fasilitas akan ditentukan dan dilaksanakan.
5.  Persyaratan perjanjian kerahasiaan untuk kerahasiaan atau perjanjian non-disklosur mencerminkan kebutuhan organisasi perlindungan informasi akan diidentifikasi dan ditinjau secara teratur.

6.  Kontak dengan pihak berwenang sesuai kontrol kontak dengan instansi terkait akan dipertahankan.

A.6.2 External Parties
Terdapat 3 poin diantaranya :
1.        Identifikasi risiko terkait kepada pihak eksternal
2.        Mengatasi keamanan saat berurusan dengan pelanggan
3.        Mengatasi keamanan dalam perjanjian pihak ketiga
A.7 Manajemen Aset
Untuk mencapai dan mempertahankan perlindungan sesuai organisasi aset. inventarisasi aset semua kontrol aset akan secara jelas diidentifikasi dan inventarisasi dari semua aset penting disusun dan dikelola. kepemilikan aset kontrol semua informasi dan aset terkait dengan informasi fasilitas pengolahan akan 'owned3' oleh bagian Ruangan Khusus organisasi. diterima penggunaan aset terkait aturan-aturan kontrol untuk diterima penggunaan informasi dan aset dengan informasi fasilitas pengolahan akan diidentifikasi, didokumentasikan, dan dilaksanakan. Untuk memastikan bahwa informasi menerima tingkat yang sesuai perlindungan. klasifikasi pedoman informasi kontrol dapat diklasifikasikan dalam hal nilai, persyaratan hukum, kepekaan dan kritis bagi organisasi. Penanganan akan dikembangkan dan dilaksanakan sesuai dengan skema klasifikasi yang diadopsi oleh organisasi.
A.8 Human resources security
Untuk memastikan bahwa karyawan, kontraktor, dan pihak ketiga pengguna memahami tanggung jawab mereka. Peran dan tanggung jawab kontrol keamanan peran dan tanggung jawab karyawan, kontraktor, dan pihak ketiga pengguna didefinisikan dan didokumentasikan sesuai dengan kebijakan keamanan informasi organisasi. Pemeriksaan latar belakang verifikasi pemeriksaan pada semua kandidat untuk pekerjaan, kontraktor, dan pihak ketiga pengguna harus dilaksanakan sesuai dengan hukum yang relevan, peraturan dan etika, dan proporsional dengan persyaratan bisnis, klasifikasi informasi dapat diakses, dan risiko yang dirasakan. Syarat dan kondisi kerja sebagai bagian dari kontrak kewajiban, karyawan, kontraktor, dan pihak ketiga pengguna akan menyetujui dan menandatangani syarat dan ketentuan kontrak kerja.
Untuk memastikan bahwa semua karyawan, kontraktor, dan pihak ketiga pengguna menyadari ancaman keamanan informasi dan keprihatinan, Kesadaran keamanan informasi, pendidikan dan pelatihan mengontrol semua karyawan organisasi dan, apabila relevan, kontraktor dan pengguna pihak ketiga akan menerima pelatihan sesuai kesadaran dan update reguler dalam kebijakan organisasi dan prosedur, sebagai hal yang relevan untuk fungsi pekerjaan mereka.
A.9 Physical and environmental security
A.9.1. Area aman
·      Perimeter keamanan fisik
·      Kontrol entri fisik
·      Mengamankan kantor, ruangan, dan fasilitas
·      Melindungi terhadap ancaman eksternal dan lingkungan
·      Bekerja di area aman
·      Akses publik, pengiriman, dan area pemuatan
A.9.2. Keamanan peralatan  
·      Penempatan dan perlindungan peralatan
·      Mendukung utilitas  
·      Keamanan kabel
·      Pemeliharaan peralatan
·      Keamanan peralatan di luar lokasi
·      Pembuangan atau penggunaan kembali peralatan yang aman
·      Penghapusan properti
A.10 Communications and operations management
1. prosedur operasional dan tanggung jawab
- Documented prosedur
- perubahan manajemen
- tugas kontrol
- pengembangan, pengujian dan operasional
2. pihak ketiga Layanan manajemen pengiriman tujuan: untuk menerapkan dan memelihara tingkat informasi keamanan dan layanan pengiriman sesuai dengan perjanjian pihak ketiga layanan pengiriman yang sesuai.
3. Perencanaan sistem dan penerimaan, tujuan: untuk meminimalkan risiko kegagalan sistem.
Perlindungan
4. Terhadap kode berbahaya dan mobile tujuan: untuk melindungi integritas dari perangkat lunak dan informasi.
A.10.7 Penanganan media
Tujuan: Untuk mencegah pengungkapan yang tidak sah, modifikasi, penghapusan atau perusakan aset, dan gangguan untuk kegiatan bisnis. Dokumentasi sistem harus dilindungi terhadap akses yang tidak sah.
A.10.8 Pertukaran informasi
Tujuan: Untuk menjaga keamanan informasi dan perangkat lunak yang dipertukarkan dalam suatu organisasi dan dengan entitas eksternal apa pun.
A.10.9 Kebijakan dan prosedur harus dikembangkan dan diimplementasikan untuk melindungi informasi yang terkait dengan interkoneksi sistem informasi bisnis.
A.11 Kontrol akses
Dalam kontrol akses dapat beberapa poin sebagai berikut :
A.11.1 Persyaratan bisnis untuk kontrol akses
Kebijakan kontrol akses Kontrol
A.11.2 Manajemen akses pengguna
·      Pendaftaran pengguna Kontrol
·      Manajemen hak istimewa Kontrol
·      Manajemen kata sandi pengguna
·      Tinjauan hak akses pengguna
A.11.3 Tanggung jawab pengguna
Tujuan: Untuk mencegah akses pengguna yang tidak sah, dan kompromi atau pencurian informasi dan fasilitas pemrosesan informasi.
·      Penggunaan kata sandi
·      Pengguna harus mengikuti praktik keamanan yang baik dalam pemilihan dan penggunaan kata sandi.
·      Peralatan pengguna yang tidak diawasi
·      Pengguna harus memastikan bahwa peralatan yang tidak dijaga memiliki perlindungan yang tepat.
·      Meja yang jelas dan layar bersih kebijakan
·      Kebijakan meja yang jelas untuk kertas dan media penyimpanan yang dapat dilepas dan kebijakan layar yang jelas untuk fasilitas pemrosesan informasi harus diadopsi.
A.12. Akuisisi, pengembangan, dan pemeliharaan sistem informasi
A.12.1 Persyaratan keamanan sistem informasi Tujuan: Untuk memastikan bahwa keamanan merupakan bagian integral dari sistem informasi.
A.12.1.1 Persyaratan keamanan analisis dan spesifikasi Kontrol Pernyataan persyaratan bisnis untuk sistem informasi baru, atau penyempurnaan sistem informasi yang ada harus menetapkan persyaratan untuk kontrol keamanan. Keamanan dalam proses pengembangan dan dukungan
Tujuan: Untuk menjaga keamanan perangkat lunak dan informasi sistem aplikasi.
A.13 Manajemen insiden keamanan informasi
A.13.1 Melaporkan kejadian dan kelemahan keamanan informasi
Tujuan: Untuk memastikan peristiwa keamanan informasi dan kelemahan yang terkait dengan sistem informasi dikomunikasikan dengan cara yang memungkinkan tindakan korektif tepat waktu yang akan diambil.
A.11.3.2 Peralatan pengguna yang tidak diawasi
Kontrol
Pengguna harus memastikan bahwa peralatan yang tidak dijaga memiliki perlindungan yang tepat.
A.11.3.3 Meja yang jelas dan layar bersih kebijakan Kontrol
Kebijakan meja yang jelas untuk kertas dan media penyimpanan yang dapat dilepas dan kebijakan layar yang jelas untuk fasilitas pemrosesan informasi harus diadopsi.
A.14 Pengelolaan kontinuitas bisnis
A.14.1 Aspek keamanan informasi manajemen kontinuitas bisnis
Tujuan: Untuk menangkal gangguan terhadap aktivitas bisnis dan untuk melindungi proses bisnis yang penting dari efek kegagalan utama sistem informasi atau bencana dan untuk memastikan kembalinya mereka secara tepat waktu.
A.14.1.1 Termasuk informasi
Kontrol keamanan dalam proses manajemen kesinambungan bisnis
Proses yang dikelola harus dikembangkan dan dipelihara untuk kelangsungan bisnis di seluruh organisasi yang membahas persyaratan keamanan informasi yang diperlukan untuk kelangsungan bisnis organisasi.
A.14.1.2 Keberlanjutan bisnis dan penilaian risiko
Kontrol Peristiwa yang dapat menyebabkan gangguan pada proses bisnis harus diidentifikasi, bersama dengan kemungkinan dan dampak dari gangguan tersebut dan konsekuensinya untuk keamanan informasi.
A.14.1.3 Berkembang dan Kontrol
melaksanakan rencana kontinuitas termasuk keamanan informasi
Rencana harus dikembangkan dan diterapkan untuk mempertahankan atau memulihkan operasi dan memastikan ketersediaan informasi pada tingkat yang diperlukan dan dalam skala waktu yang diperlukan setelah gangguan terhadap, atau kegagalan, proses bisnis yang penting.
A.14.1.4 Perencanaan kesinambungan bisnis kerangka
Satu kerangka kerja rencana kesinambungan bisnis harus dipelihara untuk memastikan semua rencana konsisten, untuk secara konsisten menangani persyaratan keamanan informasi, dan untuk mengidentifikasi prioritas untuk pengujian dan pemeliharaan.
A.14.1.5 Menguji, memelihara dan menilai kembali rencana kesinambungan bisnis
Rencana kesinambungan bisnis harus diuji dan diperbarui secara berkala untuk memastikan bahwa mereka up to date dan efektif.
A.15 Kepatuhan
A.15.1 Kepatuhan dengan persyaratan hukum
Tujuan: Untuk menghindari pelanggaran hukum apa pun, kewajiban hukum, peraturan atau kontrak, dan persyaratan keamanan apa pun.
A.15.1.1 Identifikasi peraturan yang berlaku
Semua persyaratan hukum, peraturan dan kontrak yang relevan dan pendekatan organisasi untuk memenuhi persyaratan ini harus secara eksplisit ditetapkan, didokumentasikan, dan diperbarui untuk setiap sistem informasi dan organisasi.
A.15.1.2 Hak kekayaan intelektual (IPR)
Prosedur yang sesuai harus diterapkan untuk memastikan kepatuhan dengan persyaratan legislatif, peraturan, dan kontrak tentang penggunaan material yang terkait dengan mana mungkin ada hak kekayaan intelektual dan penggunaan produk perangkat lunak berpemilik.
A.15.1.3 Perlindungan organisasi catatan
Catatan penting harus dilindungi dari kehilangan, perusakan dan pemalsuan, sesuai dengan persyaratan undang-undang, peraturan, kontrak, dan bisnis.
A.15.1.4 Perlindungan dan privasi data informasi pribadi
Perlindungan dan privasi data harus dijamin sebagaimana disyaratkan dalam undang-undang, peraturan, dan, jika ada, klausul kontrak yang relevan.
A.15.1.5 Pencegahan penyalahgunaan fasilitas pemrosesan informasi
Pengguna harus terhalang menggunakan fasilitas pemrosesan informasi untuk tujuan yang tidak sah.
A.15.1.6 Peraturan kriptografi kontrol
Kontrol kriptografi harus digunakan sesuai dengan semua perjanjian, undang-undang, dan peraturan yang relevan.
A.15.2 Kepatuhan dengan kebijakan dan standar keamanan, dan kepatuhan teknis
Tujuan: Untuk memastikan kepatuhan sistem dengan kebijakan dan standar keamanan organisasi.
A.15.2.1 Kepatuhan dengan keamanan kebijakan dan standar
Kontrol Manajer harus memastikan bahwa semua prosedur keamanan dalam wilayah tanggung jawab mereka dilakukan dengan benar untuk mencapai kepatuhan dengan kebijakan dan standar keamanan.
A.15.2.2 Kepatuhan teknis memeriksa
Sistem informasi harus secara teratur diperiksa untuk memenuhi standar implementasi keamanan.
A.15.3 Pertimbangan audit sistem informasi
Tujuan: Untuk memaksimalkan efektivitas dan meminimalkan gangguan terhadap / dari proses audit sistem informasi.
A.15.3.1 Audit sistem informasi kontrol
Persyaratan dan kegiatan audit yang melibatkan pemeriksaan pada sistem operasional harus direncanakan dan disepakati dengan seksama untuk meminimalkan risiko gangguan terhadap proses bisnis.
A.15.3.2 Perlindungan informasi alat audit sistem
Akses ke alat audit sistem informasi harus dilindungi untuk mencegah kemungkinan penyalahgunaan atau kompromi.

Sumber:
http://jamilalarasati12.blogspot.com/2018/12/audit-teknologi-sistem-informasi.html

Senin, 10 Desember 2018

Tugas 3 Aplikas AR,VR dan AVR

  • Pengaplikasian AR dalam Dunia Nyata
  1. Game
    Tahun 2016 silam game mobile berbasis Augmented Reality ini mendadak booming di kalangan masyarakat. Game dengan konsep unik ini sukses menarik minat masyarakat untuk memainkannya, terbukti dengan revenue yang mereka peroleh di tahun 2018 ini mencapai 1.8 milyar USD.

    Gambar 4 - Game Berbasis Teknologi AR
  • VR(virtual reality)

Adalah teknologi yang dapat berinteraksi dengan suatu lingkungan yang disimulasikan oleh komputer.Teknisnya adalah teknologi yang menggabungkan dunia nyata 3 dimensi ke dalam dunia maya 2 dimensi atau 3 dimensi.
Saat ini telah banyak produsen-produsen yang menjual kaca mata dengan teknologi VR.Biasanya kaca mata ini berukuran besar dan menggunakan smartphone sebagai media VR-nya.

Contoh Kaca Mata VR
Dengan kaca mata VR anda dapat merasakan konten-konten 360 derajat yang ada di dalamnya begitu dekat dengan anda dan anda akan merasa terjun langsung ke dunia maya tersebut.Secara teori VR mensimulasikan diri anda berkunjung ke berbagai tempat,bahkan tempat maya sekali pun.
Jika anda berkunjung ke youtube.cobalah untuk melihat konten 360 derajatnya.Dengan mengetikkan video 360 pada kolom pencariannya.Bila ingin merasakan konten yang benar-benar hidup anda disarankan menggunkan kaca mata VR

Saat ini telah banyak produsen game yang ingin menggunkan teknologi VR sebagai fasilitas baru pada hiburan mereka dan memberikan pengalaman bermain game lebih dekat di kehiupan maya.


youtube 360 derajat,adalah fasilitas baru youtube bagi pengguna
yang ingin merasakan konten video dengan kualitas VR

  • Aplikasi Mikro AVR

Remote Control AVR

Aplikasi mikrokontroler AVR ini memanfaatkan Remote Control sebagai fitur utama. Digabung dengan relay maka kita dapat menghidupkan dan mematikan lampu AC atau peralatan elektronik lainnya secara wireless yaitu dengan remote control.
Paket aplikasi mikrokontroler “Remote Control AVR” terdiri dari hardware berbasis mikrokontroler AVR Atmega8, sensor remote lengkap dengan remote control, modul relay serta panduannya. Dilengkapi dengan source code dan penjelasan programnya. Komplit dengan flowchart serta skematik.

Kontrol Lampu dengan Remote Control

Paket tutorial ini dapat anda kembangkan baik untuk aplikasi, penelitian atau sekedar menyalurkan hobi anda.
Fitur Hardware :
  • ATmega8
  • Sensor ‘remote control’
  • 7 segment double digit
  • Modul relay ( 4 relay)
  • Remote Control
Paket Pembelian :
  • Modul Remote Control AVR
  • CD (Tutorial, Source Code /BASCOM-AVR, Skematik, Datasheet )

Paket Remote Control AVR

 Sumber :

https://digiwarestore.com/en/digiware-news/35_teknologi-augmented-reality-Dalam-Dunia-Nyata

http://inkubator-teknologi.com/aplikasi-mikro-avr/remote-control-avr/

http://www.sahretech.com/2016/08/mengenal-teknologi-ar-dan-vrcontohdan.html

 

Senin, 19 November 2018

Tugas 3 Inovasi SI 3.1

3.1 Jelaskan dan berikan contoh aplikasi yang digunakan untuk teknologi web 1.0, web 2.0, web 3.0?

   a.      Web 1.0
Web 1.0 muncul bersamaan dengan lahirny a World Wide Web (WW W), dimana web 1.0 ini hanya menyediakan sebuah halaman Website yang terhubung dengan hyperlink. Web 1.0 merupakan read-only web, dimana hanya ada satu jalur komunikasi dalam website tersebut sehingga disebut juga sebagai brochureware (Getting, 2007). Visi Tim Berners-Lee ak an lahirny a WWW in i adalah kita dapat berkomunikasi dengan berbagi informasi melalui ruang yang disebut web. Masalah yang terdapat dalam  Web 1.0 adalah :

·         Tampilan Website yang kaku
·         Halaman Website harus di refresh jika ada info baru yang dimasukkan ke website

Contoh :

Berbagai Website seperti situs berita “cnn.com” atau situs belanja “Bhinneka.com”

    b.      Web 2.0
Generasi ber ikutnya dari Website adalah web 2.0. Istilah Web 2.0 diperkenalkan oleh Darcy DiNucci dalam artikelnya berjudul “Fragmented Future“, DiNucci meny ebutkan bahwa, “Website yang kita ketahui sekarang (web 1.0), masih b erup a lay ar statis. Permulaan Web 2.0 baru dimulai, Website dimana awalnya hanya berupa layar yang berisikan teks dan grafik namun sekarang sudah menjadi mekanisme transportasi. Hal yang memungkinkan adanya interaksi antar user“. Web 2.0 merupakan jaringan dimana kita tidak hanya dapat melihat konten yang kita inginkan, tapi juga dapat membuat atau bertukar informasi dengan bebas, seperti social media (Blogger & Wordpress) dan social network (Flixst er & Facebook), memungkinkan komunikasi dua arah antar user. Dapat dikatakan bahwa web 2.0 merup akan peningkatan kemampuan dari Web 1.0 (Getting et al, 2007).
Contoh : Situs yang menggunakannya  flickr.com , del.icio.us

    c.       Web 3.0
Web 3.0 adalah generasi ketiga dari layanan internet berbasis web. Konsep Web 3.0 pertama kali diperkenalkan pada tahun 2001, saat Tim Berners-Lee, penemu World Wide Web menulis sebuah artikel ilmiah yang menggambarkan Web 3.0 sebagai sebuah sarana bagi mesin untuk membaca
halaman-halaman Web. Hal ini berarti bahwa mesin akan memiliki kemampuan membaca Web sama seperti yang manusia dapat lakukan sekarang ini. Web 3.0 berhubungan dengan konsep Web Semantik, yangmemungkinkan isi web dinikmati tidak hanya dalam bahasa asli pengguna, tapi juga dalam bentuk format yang bisa diakses oleh agen-agen soft ware. Beberapa ahli bahkan menamai Web 3.0 sebagai Web Semantik itu sendiri. Keunikan dari Web 3.0 adalah konsep dimana manusia dapat berkomunikasi dengan mesin pencari. Kita bisa meminta Web untuk mencari suatu data spesifik tanpa bersusah-susah mencari satu per satu dalam situs-situs Web. Web 3.0 juga mampu menyediakan keterangan-keterangan yang relevan tentang informasi yang ingin kita cari, bahkan tanpa kita minta.
Web 3.0 terdiri dari:
•Web semantik
•Format mikro
•Pencarian dalam bahasa pengguna
•Penyimpanan data dalam jumlah besar
•Pembelajaran lewat mesin
•Agen rekomendasi, yang merujuk pada kecerdasan buatan Web Web 3.0 menawarkan metode yang efisien dalam membantu komputer mengorganisasi dan menarik kesimpulan dari data online. Web 3.0 juga memungkinkan fitur Web menjadi sebuah sarana penyimpanan data dengan kapasitas yang luar biasa besar. Walaupun masih belum sepenuhnya direalisasikan, Web3.0 telah memiliki beberapa standar operasional untuk bisa menjalankanfungsinya dalam menampung metadata, misalnya Resource Description Framework (RDF) dan the Web Ontology Language (OWL). Konsep Web Semantik metadata juga telah dijalankan pada Yahoo’s Food Site, Spivack’s Radar Networks, dan sebuah development platform, Jena, di Hewlett-Packard.
Konsep ini dapat diandaikan sebuah website sebagai sebuah intelektualitas buatan (Artificial Intelegence)
•Aplikasi – aplikasi online dalam website dapat saling berinteraksi
•Kemampuan interaksi ini dimulai dengan adanya web service
•SOAP
•(Simple Object Access Protocol) adalah standar untuk bertukar pesan-pesan berbasis XML melalui jaringan komputer atau sebuah jalan untuk program yang berjalan pada suatu sistemoperasi (OS) untuk berkomunikasi dengan program pada OS yang sama maupun berbeda dengan menggunakanHTTP dan XML sebagai mekanisme untuk pertukaran data.
•REST
•representational state transferatau transfer keadaan representasi, adalah suatu gaya arsitektur perangkat lunak untuk untuk pendistibusian sistem hipermedia seperti WWW.
•WSDL
•format XML yang diterbitkan untuk menerangkan webservice.
•WSDL mendefinisikan:
•pesan-pesan (baik yang abstrak dan kongkrit) yang dikirim ke dan menuju web service
•koleksi-koleksi digital dari pesan-pesan (port type, antarmuka)
•Bagaimana port type yang ditentukan dijadikan wire protokol di mana servis ditempatkan.
•WDDX
•Web Distributed Data eXchange.
•Mekanisme pertukaran data dari lingkungan yang berbeda 



 Referensi :

http://cari-2cara.blogspot.co.id/2014/04/pengertian-web-10-web-20-web-30.html
https://blog.uad.ac.id/damba-saputra/2012/07/06/contoh-web-3-0/
http://thesis.binus.ac.id/Doc/Bab2/2012-1-00239-IF%20Bab%202.pdf
https://deetz13.files.wordpress.com/2008/11/perkembangan-teknologi-web3.pdf
http://amrilputranegara.blogspot.com/2017/12/31-jelaskan-dan-berikan-contoh-aplikasi.html 
http://www.sahretech.com/2016/08/mengenal-teknologi-ar-dan-vrcontohdan.html
https://paliandri.wordpress.com/2013/03/12/siklus-pengembangan-sistem-informasi/

Tugas 3 Ilmu Sosial Dasar

4 faktor pada masalah sosial

Masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.
Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :
  1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll.
  • Kemiskinan : Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan,dll.
Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:
  • Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
  • Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi. Gambaran kemiskinan jenis ini lebih mudah diatasi daripada dua gambaran yang lainnya.
–      Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna “memadai” di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia. Gambaran tentang ini dapat diatasi dengan mencari objek penghasilan di luar profesi secara halal. Perkecualian apabila institusi tempatnya bekerja melarang.
Banyak sekali berbagai macam penyebab kemiskinan, Kemiskinan banyak dihubungkan dengan:
  • penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin. Contoh dari perilaku dan pilihan adalah penggunaan keuangan tidak mengukur pemasukan.
  • penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga. Penyebab keluarga juga dapat berupa jumlah anggota keluarga yang tidak sebanding dengan pemasukan keuangan keluarga.
  • penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar. Individu atau keluarga yang mudah tergoda dengan keadaan tetangga adalah contohnya.
  • penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi. Contoh dari aksi orang lain lainnya adalah gaji atau honor yang dikendalikan oleh orang atau pihak lain. Contoh lainnya adalah perbudakan.
  • penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.
Meskipun diterima luas bahwa kemiskinan dan pengangguran adalah sebagai akibat dari kemalasan, namun di Amerika Serikat (negara terkaya per kapita di dunia) misalnya memiliki jutaan masyarakat yang diistilahkan sebagai pekerja miskin; yaitu, orang yang tidak sejahtera atau rencana bantuan publik, namun masih gagal melewati atas garis kemiskinan.
  • Pengangguran : Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Statistik Pengangguran :
Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah “pengangguran terselubung” di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.
Jumlah pengangguran biasanya seiring dengan pertambahan jumlah penduduk serta tidak didukung oleh tersedianya lapangan kerja baru atau keengganan untuk menciptakan lapangan kerja (minimal) untuk dirinya sendiri atau memang tidak memungkinkan untuk mendapatkan lapangan kerja atau tidak memungkinkan untuk menciptakan lapangan kerja. Sebenarnya, kalau seseorang menciptakan lapangan kerja, menciptakan lapangan kerja (minimal) untuk diri sendiri akan berdampak positif untuk orang lain juga, misalnya dari sebagian hasil yang diperoleh dapat digunakan untuk membantu orang lain walau sedikit saja.
Ada beberapa jenis pengangguran pada umumnya, diantara lain :
  1. Berdasarkan jam kerja, pengangguran dikelompokkan menjadi 3 macam:
  • Pengangguran terselubung (disguised unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu.
  • Pengangguran setengah menganggur (under unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak ada lapangan pekerjaan, biasanya tenaga kerja setengah menganggur ini merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam selama seminggu.
  • Pengangguran terbuka (open unemployment) adalah tenaga kerja yang sungguh-sungguh tidak mempunyai pekerjaan. Pengganguran jenis ini cukup banyak karena memang belum mendapat pekerjaan padahal telah berusaha secara maksimal.
  1. Berdasarkan penyebab terjadinya, pengangguran dikelompokkan menjadi 9 macam:
  • Pengangguran friksional (frictional unemployment) adalah pengangguran karena pekerja menunggu pekerjaan yang lebih baik.
  • Pengangguran struktural (Structural unemployment) adalah pengangguran yang disebabkan oleh penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja.
  • Pengangguran teknologi (Technology unemployment) adalah pengangguran yang disebabkan perkembangan/pergantian teknologi. Perubahan ini dapat menyebabkan pekerja harus diganti untuk bisa menggunakan teknologi yang diterapkan.
  • Pengangguran kiknikal adalah pengangguran yang disebabkan kemunduran ekonomi yang menyebabkan perusahaan tidak mampu menampung semua pekerja yang ada. Contoh penyebabnya, karena adanya perusahaan lain sejenis yang beroperasi atau daya beli produk oleh masyarakat menurun.
  • Pengangguran musiman adalah pengangguran akibat siklus ekonomi yang berfluktuasi karena pergantian musim. Umumnya pada bidang pertanian dan perikanan. Contohnya adalah para petani dan nelayan.
  • Pengangguran setengah menganggur adalah pengangguran di saat pekerja yang hanya bekerja di bawah jam normal (sekitar 7-8 jam per hari).
  • Pengangguran keahlian adalah pengangguran yang disebabkan karena tidak adanya lapangan kerja yang sesuai dengan bidang keahlian. Pengangguran jenis ini disebut juga pengangguran tidak kentara dikarenakan mempunyai aktivitas berdasarkan keahliannya tetapi tidak menerima uang. Contohnya adalah anak sekolah (siswa) atau mahasiswa. Mereka adalah ahli pencari ilmu, tetapi mereka tidak menghasilkan uang dan justru harus mengeluarkan uang atau biaya, misalnya harus membeli paket buku LKS atau membayar biaya kursus yang diselenggarakan oleh sekolahnya sendiri. Contoh lainnya adalah (misalnya) seorang pelatih pencak silat yang tidak meminta gaji dari organisasinya. Pengangguran tidak kentara ini, juga bisa disebut sebagai pengangguran terselubung.
  • Pengangguran total adalah pengangguran yang benar-benar tidak mendapat pekerjaan, karena tidak adanya lapangan kerja atau tidak adanya peluang untuk menciptakan lapangan kerja.
  • Pengangguran unik adalah pekerja yang menerima gaji secara rutin tanpa pemotongan, tetapi di tempat kerjanya hanya sering diisi dengan bercerita sesama pekerja karena minimnya pekerjaan yang harus dikerjakan. Hal ini disebabkan karena tempat kerjanya kelebihan tenaga kerja. Pengecualian untuk pegawai atau petugas pemadam kebakaran atau penanggulangan bencana alam. Pegawai atau petugas seperti demikian tenaganya harus disimpan dan dipersiapkan secara khusus jika ada pelatihan atau simulasi atau harus diterjunkan pada situasi sebenarnya.
  1. Faktor budaya : Perceraian,Kenakalan Remaja, dll.
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.
Beberapa jenis faktor budaya :
  1. Perceraian : Perceraian adalah berakhirnya suatu pernikahan. Saat kedua pasangan tak ingin melanjutkan kehidupan pernikahannya, mereka bisa meminta pemerintah untuk dipisahkan. Selama perceraian, pasangan tersebut harus memutuskan bagaimana membagi harta mereka yang diperoleh selama pernikahan seperti rumah, mobil, perabotan atau kontrak), dan bagaimana mereka menerima biaya dan kewajiban merawat anak-anak mereka. Banyak negara yang memiliki hukum dan aturan tentang perceraian, dan pasangan itu dapat menyelesaikannya ke pengadilan.
Faktor penyebab perceraian antara lain adalah sebagai berikut:
  • Ketidak harmonisan dalam rumah tangga
Alasan tersebut di atas adalah alasan yang paling kerap dikemukakan oleh pasangan suami – istri yang akan bercerai. Ketidakharmonisan bisa disebabkan oleh berbagai hal antara lain, krisis keuangan, krisis akhlak, dan adanya orang ketiga. Dengan kata lain, istilah keharmonisan adalah terlalu umum sehingga memerlukan perincian yang lebih mendetail.
  • Krisis moral dan akhlak
Selain ketidakharmonisan dalam rumah tangga, perceraian juga sering memperoleh landasan berupa krisis moral dan akhlak, yang dapat dilalaikannya tanggung jawab baik oleh suami ataupun istri, poligami yang tidak sehat, penganiayaan, pelecehan dan keburukan perilaku lainnya yang dilakukan baik oleh suami ataupun istri, misal mabuk, berzinah, terlibat tindak kriminal, bahkan utang piutang.
  • Perzinaan
Di samping itu, masalah lain yang dapat mengakibatkan terjadinya perceraian adalah perzinaan, yaitu hubungan seksual di luar nikah yang dilakukan baik oleh suami maupun istri.
  • Pernikahan tanpa cinta
Alasan lainnya yang kerap dikemukakan oleh suami dan istri, untuk mengakhiri sebuah perkawinan adalah bahwa perkawinan mereka telah berlangsung tanpa dilandasi adanya cinta. Untuk mengatasi kesulitan akibat sebuah pernikahan tanpa cinta, pasangan harus merefleksi diri untuk memahami masalah sebenarnya, juga harus berupaya untuk mencoba menciptakan kerjasama dalam menghasilkan keputusan yang terbaik.
  • Adanya masalah-masalah dalam perkawinan
Dalam sebuah perkawinan pasti tidak akan lepas dari yang namanya masalah. Masalah dalam perkawinan itu merupakan suatu hal yang biasa, tapi percekcokan yang berlarut-larut dan tidak dapat didamaikan lagi secara otomatis akan disusul dengan pisah ranjang seperti adanya perselingkuhan antara suami istri. Langkah pertama dalam menanggulangi sebuah masalah perkawinan adalah :
  1. Adanya keterbukaan antara suami–istri
  2. Berusaha untuk menghargai pasangan
  3. Jika dalam keluarga ada masalah, sebaiknya diselesaikan secara baik-baik
  4. Saling menyayangi antara pasangan
  1. Kenakalan remaja : Kenakalan remaja adalah suatu perbuatan yang melanggar norma, aturan, atau hukum dalam masyarakat yang dilakukan pada usia remaja atau transisi masa anak-anak ke dewasa.
Kenakalan remaja itu terjadi karena beberapa faktor, bisa disebabkan dari remaja itu sendiri (internal) maupun faktor dari luar (eksternal).
  • Faktor Internal
Krisis identitas: Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.
Kontrol diri yang lemah: Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku ‘nakal’. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.
  • Faktor Eksternal
Keluarga dan Perceraian orangtua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja.
Teman sebaya yang kurang baik
Komunitas/lingkungan tempat tinggal yang kurang baik
  1. Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.
Masalah sosial yang bersumber dari faktor biologis ini misalnya, masalah-masalah yang menyangkut kependudukan dan keharusan biologis lainnya.bebarapa faktor penyebab timbulnya masalah sosial yang bersumber dari faktor biologis :
  1. Penyakit Menular
Penyakit menular dapat didefinisikan sebagai sebuah penyakit yang dapat ditularkan (berpindah dari orang satu ke orang yang lain, baik secara langsung maupun perantara). Penyakit menular ini ditandai dengan adanya agent atau penyebab penyakit yang hidup dan dapat berpindah serta menyerang host atau inang (penderita).
Dalam medis, penyakit menular atau penyakit infeksi adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh sebuah agen biologi (seperti virus, bakteria atau parasit), bukan disebabkan faktor fisik (seperti luka bakar) atau kimia (seperti keracunan).
  1. Keracunan makanan
Keracunan makanan adalah penyakit yang dihasilkan akibat dari penggunaan makanan yang tercemar, patogen bakteri, virus, atau parasit yang mencemari makanan, dan juga kimia atau racun alami seperti sebagai jamur.
Onset gejala dan tingkat keparahan tergantung pada waktu yang infeksi yang diperlukan untuk kalikan dan memegang. Kali ini disebut periode inkubasi-nya. Ada lebih dari 250 penyakit yang bertalian dengan makanan.
CDC memperkirakan bahwa 68% dari kasus-kasus keracunan makanan yang disebabkan karena organisme tidak terdeteksi atau tidak diketahui. Hal ini karena kebanyakan kasus menyelesaikan sendiri dan tidak memerlukan rawat inap. Penyebab adalah terutama dua-organisme menular dan racun. Keracunan makanan dapat diklasifikasikan menurut keparahan dan awal.
  1. Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dsb.
menurut Blumer (1971) dan Thompson (1988) mengatakan bahwa yang dimaksud dengan masalah sosial adalah suatu kondisi yang dirumuskan atau dinyatakan oleh suatu entitas yang berpengaruh yang mengancam nilai-nilai suatu masyarakat sehingga berdampak kepada sebagian besar anggota masyarakat kondisi itu diharapkan dapat diatasi melalui kegiatan bersama. Entitas tersebut dapat merupakan pembicaraan umum atau menjadi topik ulasan di media massa, seperti televisi, internet, radio dan surat kabar. Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya. Namun yang memutuskan bahwa sesuatu itu merupakan masalah sosial atau bukan, adalah masyarakat yang kemudian disosialisasikan melalui suatu entitas. Dan tingkat keparahan masalah sosial yang terjadi dapat diukur dengan membandingkan antara sesuatu yang ideal dengan realitas yang terjadi (Coleman dan Cresey, 1987). Dan untuk memudahkan mengamati masalah-masalah sosial, Stark (1975) membagi masalah sosial menjadi 3 macam yaitu :
1.Konflik dan kesenjangan, seperti : kemiskinan, kesenjangan, konflik antar kelompok, pelecehan seksual dan masalah lingkungan.
2.Perilaku menyimpang, seperti : kecanduan obat terlarang, gangguan mental, kejahatan, kenakalan remaja dan kekerasan pergaulan.
3.Perkembangan manusia, seperti : masalah keluarga, usia lanjut, kependudukan (seperti urbanisasi) dan kesehatan seksual.


Referensi :
 Wikipedia.com
https://andykomkom.wordpress.com/2014/12/02/4-faktor-pada-masalah-sosial/